Selasa, 21 Januari 2014

"jujur itu indah"
satu kata inspitarif yang aku dapetin diperjalanan ke toilet td :D

jujur emang indah, jika tidak sekarang maka nanti
begitu pula antonimnya yang berantonim dengan antonim antonim lainnnya :D
hahahha (Ngawurr)

itu sih menurut aku, kalo menurut kamu mana aku tau :P

jujur adalah perbuatan mulia yang amat sangat terpuji, agama manapun pasti setuju sama jujur,
kadang ada beberapa hal yang di anggap bakal menimbulkan masalah yang membuat seseorang katanya terpaksa berbohong tapi kalo aku boleh usul sih mending jujur aja,,
karna kebohongan ga bakal bisa di simpen lama-lama

tapi seperti kita tau,, amat sangat berat untuk jujur
apalagi kalo harus jujur tentang perasaan,, berat banget kayanya tuuh
apapun bentuk perasaannya,, marah, sedih, benci bahkan cinta
ada banyak sekali aspek teknis maupun non teknis yang menghambat kita jujur untuk satu hal yang beranak pinak ini,, hahahah ngawur lagi

Perasaan
ya...
perasaan adalah hal yang seringkali di sembunyikan (red: tidak jujur) dalam kehidupan sehari2
dan ini seringkali disangkut pautkan dengan perasaan-perasaaan yang lain, seperti ketika ingin marah seseorang cenderung menyamarkannya dengan senyuman (red: tidak jujur) atu dengan diam dan meredamnya, karena merasa ga enak sama objek yang menyebabkan kemarahan tersebut. Itu memang tidak buruk jika memang murni untuk sabar. Tapi jika nanti timbul sakit ati dibekang dan menjelma menjadi dendam itu bahaya banget. Seringkali orang yang sedang marah kepada seseorang lainnya menyamarkan perasaannya itu dan menyimpan kegelisahannya sendiri. Bayangkan jika ini terjadi lebih dari 1 x 24 jam. Sangat Membahayakan.

Mungkin masih lebih baik memperlihatkan hal yang sesungguhnya (red: jujur). kalo kesal ya kesal sampaikan keksalankamu dengan cara yang cerdas. Toh yang menderita sakit setelah menahan kemarahan hanya kamu sendiri. Lalu buat apa memikirkan orang lain. Boleh menahan perasaan, apa saja itu bentuknya, sebut saja marah, sedih, benci, cinta dan bentuk perasaan campuran diantaranya. Asal tidak ada embel-embel dibelakangnya, ibarat kebaikan tidak pamrih, kalo menahan perasaan ya harusnya mengiklaskan. Tidak ada namanya cerita-cerita dibelakang.